Assalamualaikum w.r
w.b
Hai kawan bagaimana kabarnya?
Alhamdulilah luar biasa allahuakbar
Ya kali ini insya allah saya akan mencoba meresume buku yang saya pilih secara random..
Memiliki cover yang sangat menarik juga yaitu merah muda,
yang berjudul mengenai “menjadi guru kreatif agar dicintai murid sampai mati”
Wow, sampai mati kisah ini kan ku jaga hingga berakhir nafasku putih cintaku untukmu
… (kayak lagunya putih aja ya wkwkwkwk…..)
Kenapa saya mengambil buku ini saya ,mmm apa yaaa…. Kasih
tau nggaa yaaa….(ih lebay)
Ia deh kasih tau karena buku ini tuh sumber inspirasi bagi
guru untuk menjadi seseorang guru yang baik dan dapat dimengerti oleh peserta
didiknya. Apalagi saya yang kuliah di keguruan merupakan calon seorang guru
yang ingin seperti judul buku ini.
Buku ini di ciptakan oleh Barbara Allman, Sara Freeman buku
ini merupakan terjemahan dari judul asli yaitu “Skills for Successful Teaching”
.
Baru membaca daftar pustakanya saja sudah menarik apalagi
pembahasannya. Sikap adalah segalanya itu lah hal yang di bahas pertama dalam buku ini .
Sikap?? Sikap?? Apasih pengertian sikap? Sering kita
menyebutkan kata sikap tetapi apa ya pengertiannya. Sikap merupakan kebiasaan
seseorang yang dilakukan baik itu yang baik atau pun yang buruk.
Sikap positif adalah alat yang kuat yang bisa meningkatkan
antusiasme, meningkatkan harga diri dan menciptakan atmosfer yang kondusif
untuk belajar. Bagaimana ya caranya agar menjadi seorang guru yang mampu
membangun sikap positif perdik kita :
1.
Tunjukan pada perdik bahwa mereka
pantas mendapatkan pujian dari diri mereka sendiri dengan mengomentari
penampilannya dengan keras. Misalnya “
ibu/bapa senang dengan tugas karangan yang kamu buat nak, teruskan ya jika
nanti kamu besar kamu pasti akan menjadi seorang penulis yang handal” oiaaa
lihat deh filmnya “I’am not stupid “ merupakan sumber inspirasi dan pembelajran
bagi orang tua dan guru dalam memberikan pujian kepada anak.
2.
Carilah kesepatan untuk memuji usaha-usaha yang
telah dilakukan oleh peserta didik . tetapi jangan teralalu berlebihan ya ini
bisa membuat perdik kita lupa diri dan akan bersikap sombong dihadapan teman
lainnya. Yapzzz ini bisa membuat anak menjadi besar kepala (waw sebesar apa
yaa) ga deng itu kn cma ungkapan aja maksudnya jadi sombong hahahaha….
3.
Doronglah peseta didik untuk memandang
pendidikan mereka sebagai “pekerjaan “ mereka.
4.
Doronglah peserta didik untuk mengembangkan
minat-minat mereka pada apa yang sedang mereka pelajari, yaps benar sekalii
untuk mengembangkan minat-minat anak yang ada dalam diri anak itu biar kanlah
dia untuk mengekspresikan apa yang dia inginkan. Misalnya: menyanyi di depan
kelas, bermain drama atau pun dalam bidang keolahragaan seperti main bola di
dalam kelas walaupun kaca kelas pecah wkwkwkwk….
5.
Beri murid anda penekanan positif pada sikap dan
tingkah laku yang dibutuhkan dalam belajar.
6.
Buatlah suatu system penghargaan untuk
pencapaian tujuan jangka pendek dan jangka panjang berbagi pengalaman saja sih
sebenarnya sewaktu saya masih di sekolah dasar jika saya berani tampil maju ke
depan kelas hanya untuk sekedar bernyanyi ataupun mengerjakan soal kedepan, bu
guru saya menempelkan tanda bintang di bagian belakang buku saya. (yah hal itu
dapat di tiru oleh para kaum guru sekalian, hal yang mudah di lakukan bukan ??)
so simple
7.
Tunjukan pada murid anda bagaimana anda mengatur
diri sendiri.
8.
Tanya peserta didik untuk berspekulasi akan
menjadi seperti apa sekolah mereka jika tidak ada rencana tentang apa yang
harus dikerjakan dan kapan harus dilakukan.
9.
Berikan beberapa tips yang bermanfaat dan
relevan bagi murid anda dalam menanamkan kebiasaan mengatur diri sendiri,
kebiasaan mengatur waktu dan kebiasaan belajar.
10.
Tunjukan pada perdik anda bagaiman anda
menjadwalkan waktu dan aktifitas anda.
11.
Beritahu murid anda bahwa setiap orang
dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas yang kadang tidak mereka sukai
12.
Doronglah murid anda untuk menggunakan”motovator
pikiran” pemikiran-pemikiran yang bisa memotovasi /mendorong mereka melakukan
sesuatu dengan baik.
13.
Beri kesan pada murid anda bahwa mereka
mengendalikan apa yang mereka kerjakan, suruh mereka membayangkan diri mereka
menjadi sopir “bis kehidupan” tanpa satu pun penumpang.